Kategori
AKPOL

TES AKADEMIK AKPOL PANDA

Semangat pagi rekan-rekan semua. Gimana hari ini masih semangatkan? Pagi ini saya mau sharing nih terkait Tes Akademik Tingkat Penerimaan Daerah. Tes Akademik itu memiliki bobot yang paling besar dibandingkan dengan tes lainnya. Tes Akademik merupakan kesempatan besar untuk mendongkrak ranking rekan rekan ketika sidang pantukhir nanti. Tes ini memiliki bobot 40% paling besar diantara yg lain.

Tes Akademik dari tahun ke tahun hampir sama jenis materi yang diujikan hampir sama. Di tahap ini rekan-rekan akan dihadapkan dengan tiga ujian yang berbeda diantaranya pengetahuan umum, bahasa indonesia dan matematika (IPA/IPS). Pengetahuan umum dan bahasa indonesia dilaksanakan oleh calon taruna baik IPA maupun IPS semuanya mengerjakan soal yang sama sedangkan untuk matematika berbeda antara catar dari IPA dan catar dari IPS. Tentu saja catar IPA mengerjakan matematika IPA dan catar IPS mengerjakan soal matematika IPS dan tidak ada perbedaan dari hasil nilainya walaupun soal matematika IPA lebih sulit daripada IPS.

  1. Tes Pengetahuan Umum

    untuk dapat menyelesaikan tes ini calon taruna harus mampu dan memiliki pengetahuan di bidang kewarganegaraan, pancasila, UU kepolisian, sejarah yang berkaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Wawasan kebangsaan serta ilmu pengetahuan sosial. Semua materi diatas dapat kalian cari di Internet itu ada banyak sekali. Secara umum sih materinya itu, namun belom ada kepastian untuk soal yang keluar itu pada saat pelaksanaan tes itu apa. Sekedar informasi untuk tahun 2017 ketika saya daftar itu lebih banyak tentang ilmu pengetahuan sosial berbeda ketika tahun 2018, soal yang keluar itu kebanyakan tentang kewarganegaraan dan Pancasila. Saya menyarankan kepada rekan-rekan semua agar mempelajari semua materi yang sudah saya jelaskan tadi. Karena tidak ada jaminan pasti soal yang keluar apa. Jumlah soalnya 50 butir dikerjakan dalam waktu 90 menit.

  2. Tes Bahasa Indonesia

    Nah ini merupakan tes yang mudah saat mengerjakan namun kaget ketika melihat hasil nilainya karena tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Ketika mengerjakan soal bahasa indonesia terasa mudah namun nilainya ko jelek ya hahaha. Itu yang saya alami ketika tes di panda dulu. Karena yang paling tinggi pun hanya 72 nilainya. Mungkin saya yang tidak paham soalnya ahaha.
    Okay cukup sudah ceritanya, Tes akademik materi bahasa indonesia ini kurang lebih sama seperti UN SMA. Bagi kalian yang sudah tidak ada UN SMA bisa nyari aja soal soal SMA tahun sebelumnya yang masih ada UN. Materinya itu tentang paragraf, puisi, jenis-jenis majas, penulisan EYD, grafik dan materi bahasa indonesia lainnya. Jumlah soalnya waktu itu ada 50 soal dikerjakan dalam waktu 90 menit. Kalian pelajari materi UN Bahasa Indonesia tingka SMA aja juga udah cukup ko.

  3. Matematika (IPA/IPS)

    Rekan-rekan semua dibagian yang ketika ini adalah Matematika. Bagian ini dibagi menjadi 2 yakni Matematika IPA dan Matematika IPS. Materi yang perlu rekan-rekan pelari adalah semua materi yang dipelajari ketika kalian SMA. Saya mempelajari materi yang ujikan itu kurang lebih sama seperti materi Ujian Nasional Matematika. Jadi saya menyarankan kepada rekan-rekan semua untuk mempelajari soal-soal ujian nasional. Hal ini berlaku untuk IPA/IPS. Saya melihat bahwa soal yang diujikan lebih mudah dari ujian nasional dengan angka-angka yang relatif bulat.

Demikian postingan kali ini. Mohon untuk komentar dan likenya rekan-rekan guna perbaikan kedepannya. Bagi rekan-rekan yang ingin request postingan apa yang ingin kalian ketahui bisa sampaikan juga ya terutama yang berkaitan dengan Akademi Kepolisian, sekolah kedinasan dan perguruan tinggi. Tetap semangat dan keep fighting!

Bagi rekan-rekan yang ingin soal-soal Psikotes, Akademik dan PMK seleksi Akpol bisa kontak melalui email 53dennyhs@gmail.com atau instagram @catatansidogol

Kategori
Jurusan dan Prospek Kerja Universitas

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

logo_itb_1024Halo semua, apa kabar kalian? hari ini saya mau bahas tentang ITB nih. Siapa yang gatau perguruan tinggi ini. Hampir seluruh calon mahasiswa mengidam-idamkan kuliah disini di PT tinggi para cendikiawan Indonesia. ITB merupakan perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia yang berawal dari abad ke-20, ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan de Techniche Hoogeschool te Bandung (TH) pada 3 Juli 1920 di lahan seluas 30 hektar di Bandung. Saat itu hanya terdapat satu fakultas yaitu de Faculteit van Technische Wetenschap dan hanya satu jurusan yaitu de afdeeling der We gen Waterbouw. Pendirian perguruan tinggi ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang semakin terbatas pada masa kolonial Belanda akibat pecahnya Perang Dunia pertama.

Hingga saat ini sudah satu abad lebih ITB tetap eksis menjadi pencetak generasi cendikiawan untuk Indonesia. Banyak tokoh-tokoh terkenal yang berasal dari ITB diantaranya Ir. Soekarno, B.J. Habibie, Ridwan Kamil, Arcandra Tahar, Aburizal Bakrie dan masih banyak lagi.

ITB merupakan kampus teknik yang paling banyak diminati calon mahasiswa di Indonesia. Anak SMA kalo ditanya mau kuliah dimana ya pilihannya kalo ITB, UI gitu aja terus hahaha. Karena memang kampus idaman yang masuknya susah keluarnya juga susah. Pasti kebanggaan banget bisa masuk ke ITB apalagi bisa lulus dengan cumlaude,, buset itu otaknya pasti cerdas banget.

Perguruan Tinggi Negeri dengan status badan hukum adalah sesuatu tanpa preseden dalam sejarah Pendidikan Tinggi di Indonesia. Hal ini diawali dengan terbitnya PP No. 61 tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Bahan Hukum yang kemudian disusul diterbitnya PP No. 155 tahun 2000 tentang Penetapan Institut Teknologi Bandung menjadi Bahan Hukum Milik Negara.

Pada 3 Juli 2020, ITB secara de facto berusia 100 tahun di mana telah menghasilkan lebih dari 120.000 alumni yang berperan penting dalam pembangunan bangsa, memiliki 12 fakultas/sekolah, 128 program studi, dan 111 Kelompok Keahlian, memiliki 25 Pusat, 7 Pusat Penelitian, dan 6 Pusat Unggulan Iptek (PUI), memiliki lebih dari 26 ribu mahasiswa program sarjana, master, dan doktor, memiliki 1.510 dosen dengan 195 Guru Besar, dan berlokasi di dua tempat lain selain kampus Ganesa Bandung yaitu Jatinangor dan Cirebon. ITB juga menjadi perguruan tinggi terbaik nasional dan pelopor kemajuan sains, teknologi, dan seni di Indonesia. ITB memiliki visi yaitu

Menjadi Perguruan Tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, dan diakui dunia serta memandu perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia. (Sumber: 09/SK/I1-SA/OT/2011)

Dengan misi sebagai berikut

Menciptakan, berbagi dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kemanusiaan serta menghasilkan sumber daya insani yang unggul untuk menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik. (Sumber: 09/SK/I1-SA/OT/2011)

Berikut merupakan Fakultas yang ada di ITB:

  1. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
  2. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  3. Fakultas Seni Rupa dan Desain
  4. Fakultas Teknologi Industri
  5. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara
  6. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
  7. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
  8. Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
  9. Sekolah Bisnis dan Manajemen
  10. Sekolah Farmasi
  11. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati
  12. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

Kampus ITB Ganesa
ganeshaKampus ITB ganesa berada di Jl. Ganesa 10 Bandung – Jawa Barat, Indonesia. Berikut alamat email apabila perlu untuk informasi lebih lanjut humas@itb.ac.id .

Kampus Jatinangor
Kampus ITB yang terletak di Jalan Let. Jen. Purn. Dr. (HC). Mashudi No. 1 Sumedang – Jawa Barat, Indonesia. Berikut alamat email apabila perlu untuk informasi lebih lanjut humas_@jatinangor.itb.ac.id .

Kampus Cirebon

indexKampus ITB ini terletak di Jl. Kebonturi, Arjawinangun Cirebon – Jawa Barat, Indonesia. Berikut alamat email apabila perlu untuk informasi lebih lanjut kampuscirebon@itb.ac.id .

Program Studi Sarjana di ITB

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

  1. Meteorologi (ME)
  2. Oseanografi (OS)
  3. Teknik Geodesi dan Geomatika (GD)
  4. Teknik Geologi (GL)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

  1. Aktuaria (AK)
  2. Astronomi (AS)
  3. Fisika (FI)
  4. Kimia (KI)
  5. Matematika (MA)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

  1. Desain Interior (DI)
  2. Desain Komunikasi Visual (DKV)
  3. Desain Produk (DP)
  4. Kriya (KR)
  5. Seni Rupa (SR)

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

  1. Teknik Dirgantara (AE)
  2. Teknik Material (MT)
  3. Teknik Mesin (MS)

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

  1. Teknik Geofisika (TG)
  2. Teknik Metalurgi (MG)
  3. Teknik Perminyakan (TM)
  4. Teknik Pertambangan (TA)

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

  1. Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (IL)
  2. Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (SA)
  3. Teknik Kelautan (KL)
  4. Teknik Lingkungan (TL)
  5. Teknik Sipil (SI)

Fakultas Teknologi Industri (FTI)

  1. Manajemen Rekayasa Industri (MR)
  2. Teknik Bioenergi dan Kemurgi (TB)
  3. Teknik Fisika (TF)
  4. Teknik Industri (TI)
  5. Teknik Kimia (TK)
  6. Teknik Pangan (PG)

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)

  1. Arsitektur (AR)
  2. Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)

  1. Kewirausahaan (MK)
  2. Manajemen (MB)

Sekolah Farmasi (SF)

  1. Farmasi Klinik dan Komunitas (FKK)
  2. Sains dan Teknologi Farmasi (FA)

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

  1. Biologi (BI)
  2. Mikrobiologi (BM)
  3. Rekayasa Hayati (BE)
  4. Rekayasa Pertanian (BA)
  5. Rekayasa Kehutanan (BW)
  6. Teknologi Pascapanen (BP)

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

  1. Sistem dan Teknologi Informasi (II)
  2. Teknik Biomedis (EB)
  3. Teknik Elektro (EL)
  4. Informatika (IF)
  5. Teknik Telekomunikasi (ET)
  6. Teknik Tenaga Listrik (EP)

Program Studi Magister

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

  1. Sains Kebumian
  2. Teknik Air Tanah
  3. Teknik Geodesi dan Geomatika
  4. Teknik Geologi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

  1. Aktuaria
  2. Astronomi
  3. Fisika
  4. Ilmu dan Rekayasa Nuklir
  5. Kimia
  6. Matematika
  7. Pengajaran Matematika
  8. Pengajaran Fisika
  9. Pengajaran Kimia
  10. Sains Komputasi

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

  1. Desain
  2. Seni Rupa

Fakultas Teknologi Industri (FTI)

  1. Instrumentasi dan Kontrol
  2. Logistik
  3. Teknik dan Manajemen Industri
  4. Teknik Fisika
  5. Teknik Kimia

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

  1. Ilmu dan Teknik Material
  2. Teknik Dirgantara
  3. Teknik Mesin

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

  1. Rekayasa Pertambangan
  2. Teknik Geofisika
  3. Teknik Geotermal
  4. Teknik Metalurgi
  5. Teknik Perminyakan

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

  1. Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi
  2. Pengelolaan Sumber Daya Air
  3. Sistem dan Teknik Jalan Raya
  4. Teknik Kelautan
  5. Teknik Lingkungan
  6. Teknik Sipil

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)

  1. Arsitektur
  2. Arsitektur Lanskap
  3. Perencanaan Kepariwisataan
  4. Perencanaan Wilayah dan Kota
  5. Rancang Kota
  6. Studi Pembangunan
  7. Transportasi

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)

  1. Administrasi Bisnis
  2. Sains Manajemen

Sekolah Farmasi (SF)

  1. Farmasi
  2. Farmasi Industri
  3. Ilmu Keolahragaan

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

  1. Biologi
  2. Biomanajemen
  3. Bioteknologi

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

  1. Informatika
  2. Teknik Elektro

Sekolah Pasca Sarjana (SPS)

  1. Teknologi Nano

Program Studi Doktor

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

  1. Sains Kebumian
  2. Teknik Geodesi dan Geomatika
  3. Teknik Geologi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

  1. Astronomi
  2. Fisika
  3. Kimia
  4. Matematika
  5. Rekayasa Nuklir

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

  1. Ilmu Seni Rupa dan Desain

Fakultas Teknologi Industri (FTI)

  1. Teknik dan Manajemen-Industri
  2. Teknik Fisika
  3. Teknik Kimia

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

  1. Teknik Dirgantara
  2. Ilmu dan Teknik Material
  3. Teknik Mesin

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

  1. Rekayasa Pertambangan
  2. Teknik Geofisika
  3. Teknik Perminyakan

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

  1. Teknik Lingkungan
  2. Teknik Sipil

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)

  1. Arsitektur
  2. Perencanaan Wilayah dan Kota
  3. Transportasi

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)

  1. Sains Manajemen

Sekolah Farmasi (SF)

  1. Farmasi

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

  1. Biologi

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

  1. Teknik Elektro dan Informatika

Sekolah Pasca Sarjana (SPS)

  1. Teknologi Nano

Kategori
AKPOL

PANGKAT TARUNA AKPOL

Halo rekan-rekan semua, semoga hari ini kalian selalu diberikan kesehatan ya. Sesuai dengan janji saya di postingan yang kemarin”OUTFIT PDH TARUNA AKPOL” bahwa di postingan selanjutnya saya mau menjelaskan tentang jenjang kepangkatan Taruna Akademi Kepolisian. Karena banyak juga yang belum tau cara membedakan tingkat I, II, III dan IV itu bagaimana?
pangkat akpol

Cara membedakan mana Taruna Akademi Kepolisian Tingkat I, II, III dan IV itu dengan melihat pangkat (Chevron) yang dikenakan oleh taruna tersebut. Pangkat bisa dilihat dari jumlahnya semakin banyak jumlah garis kuning (Chevron) semakin senior dia berarti begitupun sebaliknya. Setiap jenjang kepangkatan memiliki perbedaan mulai dari tingkat, hak dan kewajiban serta jabatan yang dapat diemban sebagai seorang taruna di resimen Akademi Kepolisian. Jenjang kepangkatan taruna Akademi Kepolisian itu ada 6 yaitu:

  1. CABHATAR

    Adalah singkatan dari Calon Bhayangkara Taruna. Calon taruna yang sudah diterima melalui serangkaian tes yang telah dilewati dan dinyatakan lulus pada sidang pantukhir maka taruna tersebut sudah menyandang pangkat Cabhatar (kalo taruna akademi TNI itu Capratar). Cabhatar belum diberikan pangkat chevron dan hanya diberikan seragam hijau untuk melaksanakan pendidikan dasar Resimen Chandradimuka di Lembah Tidar Magelang Jawa Tengah selama 3 bulan bersama Akademi TNI lainnya.

  2. BHATAR

    BhatarAdalah singkatan dari Bhayangkara Taruna. Bhatar adalah pangkat bagi taruna Akademi Kepolisian taruna TK I yang baru saja menyelesaikan pendidikan dasar resimen Chandradimuka. Bhatar merupakan pangkat terendah yang ada di resimen Akademi Kepolisian dengan bentuk roket (satu Chevron keatas) dikenal juga dengan BENTENG AKADEMI. Jenjang pangkat ini memiliki rentang waktu sekitar kurang lebih 3 bulan menuju pangkat Abrigtar. Bhatar masih belum bergabung dengan senior-seniornya yang lain serta belum bisa melaksanakan dinas di resimen dan hanya bisa melaksanakan dinas di lingkup batalyonnya saja. Kemudian Bhatar belum bisa melaksanakan pesiar.

  3. ABRIGTAR

    Abrigtar-1Merupakan singkatan dari Ajun Brigadir Taruna. Abrigtar adalah pangkat yang disandang oleh taruna Akademi Kepolisian tingkat I setelah melewati pangkat Bhatar. Abrigtar adalah pangkat kedua terendah di resimen Akademi Kepolisian dengan jumlah 2 Chevron (satu diatas, satu dibawah). Jenjang pangkat ini memiliki rentang waktu sekitar kurang lebih 6 bulan menuju pangkat Brigdatar. Abrigtar sudah bergabung satu resimen dengan TK II,III dan IV. Abrigtar sudah bisa melaksanakan dinas SPKT dengan jabatan Banit (Bintara Unit). Kemudian Abrigtar sudah bisa melaksanakan pesiar.

  4. BRIGDATAR

    Brigdatar-1Merupakan singkatan dari Brigadir Dua Taruna. Brigdatar adalah pangkat yang dikenakan oleh taruna Akademi Kepolisian tingkat II setelah melewati pangkat Abrigtar. Pangkat ini adalah pangkat tengah di resimen Akademi Kepolisian dengan jumlah 4 Chevron (dua diatas, dua dibawah) dikenal juga sebagai MACAN AKADEMI. Jenjang pangkat ini memiliki rentang waktu sekitar satu tahun menuju pangkat Brigtutar. Brigdatar dapat melaksanakan dinas SPKT dengan jabatan Kanit (Kepala Unit). Dipangkat ini taruna dapat melaksanakan IBL selama 3 bulan sekali. Dipangkat ini juga taruna TK II paling banyak kegiatan pembelajaran kuliah teori maupun prakterk lapangan.

  5. BRIGTUTAR

    Brigtutar-1Merupakan singkatan dari Brigadir Satu Taruna. Brigtutar adalah pangkat yang dikenakan oleh taruna Akademi Kepolisian tingkat III setelah melewati pangkat Brigdatar. Pangkat ini adalah pangkat kedua tertinggi di resimen Akademi Kepolisian dengan jumlah 5 Chevron (tiga diatas, dua dibawah) dikenal juga sebagai RAJA KAMPUS. Jenjang pangkat ini memiliki rentang waktu sekitar satu tahun menuju pangkat Brigtar. Brigtutar dapat melaksanakan dinas SPKT dengan jabatan Wakil (Watarpagayon) dan juga Tarpa (Tarpagamen, Tarpagayon dan P3DT) apabila taruna TK IV sedang melaksanakan dinas diluar Akademi Kepolisian. Dipangkat ini taruna dapat melaksanakan IBL selama 2 bulan sekali. Dipangkat ini juga taruna TK III paling banyak kegiatan pembelajaran kuliah teori maupun prakterk lapangan serta sudah menerima serah terima jabatan Resimen Korps dan Drum Corps Cendrawasih Akpol. Pangkat ini juga dikenal sebagai pangkat paling Ganteng selama menjadi taruna.

  6. BRIGTAR

    Brigtar-1Merupakan singkatan dari Brigadir Taruna. Brigtar adalah pangkat yang dikenakan oleh taruna Akademi Kepolisian tingkat IV setelah melewati pangkat Brigtutar. Pangkat ini adalah pangkat tertinggi di resimen Akademi Kepolisian dengan jumlah 6 Chevron (tiga diatas, tiga dibawah) dikenal juga sebagai DEWA KAMPUS. Jenjang pangkat ini memiliki rentang waktu sekitar satu tahun menuju pangkat Perwira (IPDA). Brigtar dapat melaksanakan dinas SPKT dengan jabatan Tarpa (Tarpagamen, Tarpagayon dan P3DT). Dipangkat ini taruna dapat melaksanakan IBL selama 1 bulan sekali. Dipangkat ini juga taruna TK IV paling banyak kegiatan pembelajaran diluar kampus Akademi Kepolsian seperti latsitarda, pusdik, latja dan Ulet. Pangkat ini juga merupakan pangkat paling wuenak selama jadi taruna.

Yah ini aja nih guys yang saya share hari ini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan penyemangat bagi rekan-rekan semua yang mau mendaftar menjadi taruna Akademi Kepolisian. Tetap berusaha, kerja keras dan disiplin serta paling utama adalah restu orang tua kalian. Jika kalian sudah berusaha namun tidak diterima tetap jangan patah semangat. Tuhan pasti mau merubah nasib orang mau berubah, tetap postif dan mungkin rezekinya ada ditempat lain seperti pepatah “Ada begitu banyak jalan menuju Roma“. Sukses itu tidak melulu menjadi polisi lewat jalur akpol. Syukuri dan evaluasi diri untuk menjadi yang lebih baik lagi. Jadikan kegagalan itu sebuah pengalaman untuk menjadi pribadi yg terbaik dimasa depan dan ingat “Pelaut yang tangguh tidak terbentuk dari ombak laut yang tenang“.

KEEP SPIRIT AND KEEP FIGHTING!

Kategori
AKPOL

OUTFIT PDH TARUNA AKPOL

Halo rekan rekan semua, hari ini saya mau menjelaskan mengenai outfit PDH taruna Akademi Kepolisian. Pakaian Dinas Harian (PDH) merupakan seragam taruna yang paling sering digunakan baik giat harian di Akpol, pesiar, IBL dan cuti. Rekan-rekan biasanya sering melihat taruna Akpol pada saat -saat libur panjang. Lalu apa aja sih yang dipakai termasuk aksesorisnya itu apa namanya ya? Pasti belum pada taukan? yuk langsung aja kita bahas.

  1. PET PDH

    Adalah penutup kepala yang digunakan oleh taruna Akademi Kepolisian memiliki warna coklat dengan bagian depan pataka Akademi Kepolisian. Pet PDH memiliki perbedaan antara taruna dan taruni. Bisa rekan rekan bandingkan perbedaannya di foto diatas.

  2. EVOLET

    Adalah sebuah tanda kesatuan dari siswa yang sedang menjalani pendidikan. Evolet akademi kepolisian berwarna merah dengan motif kotak kotak serta terdapat pataka Akpol dan tulisan Akpol.

  3. KOPSTAKEN

    Kopstaken adalah aksesoris yang terdapat dikerah baju taruna akademi kepolisian dengan warna merah sebagai pertanda bahwa taruna akademi kepolisian adalah calon pimpinan Polri dimasa yang akan datang.

  4. BREVET BASARNAS

    Adalah brevet kemampuan yang dimiliki oleh taruna akademi kepolisian karena telah berhasil lulus dan melewati pelatihan SAR DARAT atas kerjasama Lemdiklat Polri dan BASARNAS.

  5. PULPEN

    Digunakan dalam kegiatan taruna dalam hal mencatat atensi, hal-hal penting diluar kuliah. Dengan buku saku yang berada didalam kantong saku di bajunya berupa buku saku podologi merah dan buku saku coklat untuk penambahan NSP.

  6. BAJU PDH

    Baju berwarna coklat seperti baju pramuka namun memiliki bahan yang berbeda. Baju PDH ini merupakan kemeja coklat polos apabila seluruh aksesosirnya brevetnya dilepas.

  7. PANGKAT

    Adalah tanda kepangkatan taruna yang berbentuk chevron. Tanda kepangkatan ini terbagi menjadi 5 yaitu Bhayangkara Taruna (Bhatar/Tk I), Ajun Brigadir Taruna (Abrigtar/Tk I), Brigadir Dua Taruna (Brigdatar/Tk II), Brigadir Satu Taruna (Brigtutar/Tk III) dan Brigadir Taruna (Brigtar/Tk IV). Next postingan kita bahas kepangkatan taruna ya.

  8. BREVET SAR LAUT

    Adalah brevet kemampuan yang dimiliki oleh taruna akademi kepolisian karena telah berhasil lulus dan melewati pelatihan SAR LAUT atas kerjasama Lemdiklat Polri dan BASARNAS.

  9. BREVET SELAM POLRI

    Adalah brevet kemampuan yang dimiliki oleh taruna akademi kepolisian karena telah berhasil lulus dan melewati pelatihan Selam Polri yang diselenggarakan oleh Akademi Kepolisian.

  10. NAME TAG

    Adalah nama taruna Akademi Kepolisian dengan bentuk persegi panjang berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih.

  11. PIN INTEGRASI

    Adalah Brevet yang diberikan atas kelulusan dan telah melewati pendidikan dasar Chandradimuka gabungan 4(empat) matra Akmil, AAL, AAU dan Akpol yang dilaksanakan di lembah tidar Akmil, Magelang, Jawa Tengah selama 3 bulan lamanya. Brevet ini dikenal sebagai Pin Integrasi TNI POLRI. Dengan adanya pendidikan dasar Chandradimuka ini diharapkan para perwira TNI maupun Polri dapat saling mengenal, bekerja sama saat berdinas nanti.

  12. SABUK GESPER

    Sabuk gesper webbing biasa berwarna hitam dengan dengan kepala gesper berwarna kuning dengan pataka ditengah kepala sabuknya.

  13. BREVET MENEMBAK

    Adalah brevet kemampuan yang dimiliki oleh taruna akademi kepolisian karena telah berhasil lulus dan melewati pelatihan Menembak dalam pelatihan yang dilakukan oleh Akademi Kepolisian selama menjadi taruna.

  14. JAM TANGAN

    Jam tangan taruna akademi kepolisian merupakan jam tangan merk Casio dengan tipe G-Shock DW 6900. Jam tangan ini merupakan jam tangan pembagian dari Akademi Kepolisian. dan hanya dibagikan sekali selama menjadi taruna. kalo mau tau harganya silakan bisa cek di mbah gugel.

  15. CELANA PDH

    Celana bahan berwarna coklat tua. Selama menjadi taruna celana dan baju PDH selalu dibagikan sebanyak 2 pasang (baju-celana) setiap semesternya (6 bulan).

  16. SEPATU PDH

    Sepatu PDH taruna Akademi kepolisian berwarna hitam mengkilap. Selalu digunakan taruna setiap kegiatan harian, pesiar, IBL dan cuti.

Gimana udah taukan apa aja outfit PDH taruna Akpol? jadi saya pertegas lagi ke rekan-rekan semua bahwa outfit diatas itu didapat dan diberikan oleh akademi kepolisian ke semua taruna secara gratis. Pokoknya kalo udah keterima di Akpol dari ujung kepala sampe ujung kaki ga perlu mikirin lagi karena semuanya sudah disediakan tinggal kitanya saja yang harus merawatnya. Jadi saya berharap informasi outfit ini dapat dijadikan semangat untuk rekan rekan semua yang ingin mendaftar menjadi taruna Akpol. Keep Fighting!

Bagi rekan-rekan yang ingin soal-soal Psikotes, Akademik dan PMK seleksi Akpol bisa kontak melalui email 53dennyhs@gmail.com atau instagram @catatansidogol

Kategori
AKPOL

Seragam Taruna Akpol (Gamtar Akpol)

Banyak rekan-rekan yang menanyakan kepada saya terkait seragam taruna akademi kepolisian, termasuk orang tua saya. Mereka menanyakan “seragam taruna itu ada apa aja? digunakan pada saat kapan?, bedanya seragam ini sama ini apa?”. Begitu banyak pertanyaan mengenai gamtar taruna akpol yuk kita bahas satu persatu gamtar akpol.

Seragam taruna Akpol itu ada 13 veris saya ya. setiap seragam taruna memiliki nama, waktu digunakan dan aturan pemakaian yang berbeda beda serta peruntukan penggunaannya. Jadi setiap kegiatan pasti ada seragam pasti yang harus digunakan disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta jenis kegiatannya. langsung aja yuk ke nomor 1.

  1. PDU Sabuk Silang

    Pakaian Dinas Upacara (PDU) sabuk silang adalah seragam taruna akademi kepolisian yang digunakan untuk upacara resmi seperti peringatan hari Nasional seperti kemerdekaan RI di Istana Negara, sumpah pemuda, hari pahlawan dan upacara lainnya. Gamtar ini merupakan gamtar paling dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pada saat upacara biasanya dibarengi dengan penggunaan senjata dalam kegiatannya. Pengunaan gamtar ini sering digunakan saat upacara Kemerdekaan RI di Istana Negara.

    PDU SABUK SILANG 1

  2. PDU Kadga

    Pakaian Dinas Upacara (PDU) Kadga adalah seragam taruna akademi kepolisian yang digunakan untuk upacara-upacara bukan peringatan hari Nasional seperti upacara pelepasan Perwira Remaja (Paja), Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab), upacara kenaikan pangkat dan lainnya. Pengunaan gamtar ini biasanya digunakan hanya di lingkungan Akademi Kepolisian saja.

    PDU KADGA 2

  3. PDL A1

    Pakaian Dinas Latihan (PDL) A1 adalah seragam taruna akademi kepolisian yang digunakan untuk kegiatan latihan, harian, kuliah lapangan dan apel. Gamtar ini merupakan gamtar yang paling sering digunakan saat jadi taruna. banyaknya kegiatan lapangan seperti menembak, patroli sabhara, latihan PBB dan kegiatan lapangan lainnya digunakan PDL A1. PDL A1 ini dulu sebelum covid-19 digunakan hanya pada hari selasa, jumat, sabtu saja. Namun saat ini kondisinya masih siaga 1 akibat pandemi corona maka setiap hari menggunakan gamtar ini.

  4. PDL SUS

    Pakaian Dinas Latihan Khusus (PDL SUS) adalah seragam taruna akademi kepolisian yang digunakan untuk kegiatan dinas SPKT, kegiatan harian dan praktek fungsi teknis Sabhara. Gamtar ini sering digunakan pada saat taruna yang berdinas SPKT baik Tarpagamen, Watarpagamen, P3DT, Tarpagayon, Watarpagayon, Kanit dan Banit. Apabila rekan-rekan memasuki resimen Akpol, kalian pasti bertemu taruna yang berdinas jaga di depan penjagaan menggunakan gamtar ini.

    PDL SUS 2

  5. PDL SUS LANTAS

    Pakaian Dinas Latihan Khusus Lalu lintas (PDL SUS Lantas) adalah seragam taruna yang digunakan pada saat taruna melaksanakan kegiatan fungsi teknis lalu lintas baik saat praktek lantas di akpol, pusdik dan latihan kerja. Gamtar ini sama seperti gamtar PDL SUS bedanya jika di PDL SUS Lantas menggunakan Pet Putih dan Kopel Putih serta Peluit putih.

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

  6. PDPM

    Pakaian Dinas Pesiar Malam (PDPM) adalah seragam taruna yang digunakan pada saat pesiar malam, kegiatan ke pesta pernikahan dan acara resmi lainnya yang bukan upacara. Seragam Taruna yang ini merupakan segaram yang paling “GANTENG”. Keren banget lah pokoknya kalo udah pake seragam ini pasti cewe cewe meleleh.

    PDPM 1

  7. PDPS

    Pakaian Dinas Pesiar Siang (PDPS) adalah seragam taruna yang digunakan pada saat pesiar siang, kegiatan acara ibadah (Pengisi Acara), taruna yang termasuk kedalam Tim Band Akpol. Seragam taruna Akpol yang pake dasi ya cuman ini.

    PDPS 1

  8. PDH

    Pakaian Dinas Harian (PDH) adalah seragam taruna yang digunakan untuk kegiatan harian yang sifatnya bukan lapangan seperti kegiatan kuliah dan pesiar. Gamtar ini merupakan gamtar yang paling banyak pernak perniknya. ada Brevet, kopstaken, pangkat peniti dll. Seragam ini memiliki atasan yang pendek. Untuk kegiatan harian menggunakan penutup kepala jenis baret sedangkan untuk kegiatan pesiar menggunakan topi pet coklat.

    PDH 2

  9. OLAHRAGA

    Seragam Taruna pada saat olahraga menggunakan training akademi kepolisian. Training akademi kepolisian ada dua warna, Training Akpol Hitam dan Training Akpol Kuning. Untuk training Akpol warna hitam digunakan oleh taruna akademi kepolisian yang paling senior (TK IV). Yang warna kuning untuk taruna junior yaitu TK I-III. Setiap tahun selalu mengalami perubahan untuk ketentuannya tergantung kebijakan Akpol dan Batalyon.

  10. JAKAM

    Seragam taruna Jaga Kamar (JAKAM) adalah seragam yang digunakan pada saat taruna berdinas sebagai jaga kamar. Jaga Kamar adalah seorang taruna yang berdinas sebagai penjaga barak (flat) agar flat bersih dan rapih.

    JAGA KAMAR

  11. JAMBI

    Seragam taruna Jaga Serambi (JAMBI) adalah seragam yang digunakan untuk taruna yang berdinas Jaga Serambi. Jaga serambi adalah seseorang/ kelompok yang berdinas untuk menjaga batalyon ketika taruna yang lain sedang melaksanakan istirahat malam.

    JAGA SERAMBI

  12. PIYAMA

    Piyama adalah seragam taruna yang digunakan oleh taruna ketika sedang melaksanakan istirahat malam.

    ynt_6006

  13. DC

    Gamtar Taruna yang digunakan pada saat tampil Drum Corps Cendrawasih Akademi kepolisian. Seragam taruna yang digunakan pada saat tampil Drum Corps ini berbeda beda setiap jenis instrumen musik yang dipakai. Gamtar masing masing instrumen berbeda beda diantaranya: Stick Master, Snare Merah, Snare DC, Quintom, Tenor, Bass Drum, Bellyra, Terompet, Melophone, Euphonium dan Contra Bass serta Color Guards.

Bagi rekan-rekan yang ingin soal-soal Psikotes, Akademik dan PMK seleksi Akpol bisa kontak melalui email 53dennyhs@gmail.com atau instagram @catatansidogol

Kategori
AKPOL

7 Alasan Kenapa Harus Milih Akpol?

Hai semua, hari ini saya mau jelasin kenapa sih kalian harus milih Akpol. Jadi memang menjadi taruna di Akademi Kepolisian itu idaman semua anak muda di Indonesia. Banyak mereka yang bercita cita menjadi seorang polisi itu pasti sangat menginginkan menjadi polisi melalui jalur Akademi Kepolisian.

Menjadi polisi itu ada banyak jalur masuknya yaitu jalur pertama yaitu pendidikan tamtama Polri, jalur bintara Polri dan jalur perwira Polri. Pendidikan Polri jalur tamtama dilaksanakan selama 5 bulan pendidikan, pendidikan ini dilaksanakan oleh Polda/Polres masing masing daerah dengan tiap penerimaan secata berbeda-beda bergantung pada kebutuhan dari Poldanya itu sendiri. Kemudian untuk pangkat yang diterima setelah lulus dari pendidikan jalur tamtama adalah Bhayangkara dua (Bharada).

Jalur yang kedua adalah jalur pendidikan Bintara Polri biasa disebut Secaba adalah penerimaan anggota polri jalur bintara diselenggarakan oleh Polda masing-masing daerah dengan lama pendidikan selama 6 bulan. untuk tempatnya di SPN masing masing polda. kemudian untuk pangkat yang diterima adalah Brigadir Polisi Dua atau Bripda.

Jalur yang ketiga adalah jalur pendidikan Perwira Polri jalur pendidikan jalur ini terbagi menjadi 3 sumber yaitu

  1. Secapa adalah sekolah calon perwira Polri yang berasal dari Bintara Polri yang akan beralih golongan ke Perwira Polri. Mereka telah menempuh kepangkatan dari Tamtama-Bintara lalu ke perwira atau dari Bintara-perwira.

  2. SIPSS atau Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana adalah calon perwira Polri yang berasal dari mereka yang telah menempuh pendidikan setara S-1 di perguruan tinggi baik yang ada di Indonesia maupun diluar negeri. untuk jenis jurusan S-1 tidak semuanya boleh mendaftar SIPSS hanya jurusan-jurusan yang dibutuhkan untuk bidang kepolisian saja yang biasanya diterima. Setiap tahun kebutuhan lulusan Polri dari SIPSS mengalami perubahan bergantung pada ahli ilmu apa yang dibutuhkan Polri pada saat itu. Pendidikan ditempuh selama 6 Bulan dengan pangkat yang diterima apabila lulus adalah Inspektur Polisi Dua (IPDA).

  3. Akademi Kepolisian adalah sekolah perwira polri sumber SMA baik IPA maupun IPS, pendidikan di Akademi Kepolisian Jalur ini banyak sekali peminatnya dibandingkan dengan jalur polisi lainnya. Penerimaan jalur ini sangatlah ketat karena yang bersaing dari seluruh penjuru Indonesia sedangkan yang diterima setiap tahunnya hanya kurang lebih 250 taruna taruni. Lama pendidikannya selama 4 tahun dengan pangkat yang diterima apabila lulus nanti adalah Inspektur Polisi Dua (IPDA) sama seperti SIPSS.

Lalu kenapa harus Akademi Kepolisian?

ini menurut pendapat saya sebagai taruna Akademi Kepolisian:

  1. Kehidupan Terjamin

    kehidupan dan masa depan sudah pasti terjamin dibandingkan dengan kuliah di Universitas negeri dan swasta. kehidupan di Akademi Kepolisian sudah sangat terjamin bayangkan dari ujung kaki sampe ujung rambut semuanya disediakan oleh lembaga mulai dari Sandang, Pangan dan Papan sudah disediakan oleh lembaga termasuk uang saku perbulan Rp 380.000 ini di jaman saya ya mungkin bisa bertambah setiap tahunnya. Semuanya disediain bro, kalo anak kuliahan sih bilangnya lo tinggal bawa badan aja haha. Terus yang paling penting, kalo lo lulus dari sini udah otomatis keterima kerja beda kalo lo kuliah belum tentu lulus langsung kerja. Jadi silakan pikirin mateng mateng yo.

  2. Hanya ada 1 di Indonesia

    Pendidikan melalui akademi kepolisian ini hanya ada satu di Indonesia, ini jadi kebanggan tersendiri apabila kalian bisa masuk dan menyisihkan ribuan anak muda. Karena cuman satu jadi ya jadi rebutan banyak orang. karena susah jadi kebanggan tersendiri, pasti orang tua lo juga bangga banget klo lo masuk Akpol. Bahkan bukan cuman keluarga lo yang bangga tapi saudara lo, tetangga bahkan sekampung dan sekabupaten pun bangga.

  3. Hubungan Solid Senior-Junior

    Ini yang paling ngebedain hubungan senior-junior di Akademi sama di kuliahan. Hubungan ini udah ditanamkan dari tingkat satu waktu jadi taruna. Hubungan seangkatan saling bantu dan saling tolong menolong antara senior maupun junior. Jadi hidup lo nanti gakan kesusahan deh karena pasti banyak yang bantu kalo lo lagi ada masalah. Mau lo dinas dimana pun nantinya pasti ada senior yang bantuin. Percaya.

  4. Jalur Komando Polri

    Nah ini juga nih penting banget, secara umum lulusan Akpol itu ditempatkan di pucuk pucuk pimpinan Polri baik di Polsek, Polres, Polda maupun Polri itu sendiri bahkan di Instansi lain selain polri juga bisa contohnya di KPK, BNN, BNPT dan MENDAGRI juga ada. Banyak banget lulusan Akpol yang jadi pucuk pimpinan ini terbukti bahwa Akpol memang mencetak lulusan-lulusan perwira yang berkualitas. gua juga bingung waktu gua ke Polres, gua di panggil komandan sama polisi-polisi yang ada disana. padahalkan gua masih Tingkat 1 haha.

  5. Wewenang Polri

    Wewenang Polri itu banyak banget, bisa cari deh di Internet wewenang polri apa aja. dibagian Lalu lintas, Penyelidikan & Penyidikan, Patroli dll. bisa di search aja di Gugel cari UU no 2 tahun 2002 tentang Polri.

  6. Diprioritaskan Beasiswa ke Luar Negeri

    Nah ini jadi anak emas banget karena masih jarang lulusan Polri tuh sekolah diluar negeri. saat ini tahun 2021 masih dikit banget anggota polri yang kuliah di luar negeri. karena saking dikitnya sampe sampe Polri kerjasama sama Menkeu untuk LPDP. karena Polri pasti kerjanya untuk mengabdi kepada Negara jadi pasti di Prioritasin sih. Tapi tetep harus punya skill dan kualitas yang bagus biar bisa dapet LPDP.

  7. Idaman Mertua

    Ini sih katanya ya tapi gatau bener apa enggak soalnya sampe sekarang TK IV gua masih sendiri aja haha. Jadi gua belom bisa mastiin ehehe. Kalo gua liat Secara umum emang pasti orang tua mana yang gamau anaknya hidup terjamin kedepannya? pasti maulah apalagi lulusan Akpol itu perwira calon calon pimpinan Polri aseek. Kebanyakan orang tua pasti pengen jodohin anaknya sama perwira. nih gua bilang kebanyakan ya, brrti ada juga yang enggak haha.

Nah itu dia 7 alasan kenapa harus Akpol sebagai cita cita lo jadi Polisi. Itu sih opini gua ya jadi tetep balik lagi ke lo yang punya mimpi. Pilihan sekarang ada ditangan lo, lo mau sukses apa lo mau begini begini aja. Hidup itu pilihan, mumpung masih mudah buruan pilih dari sekarang sebelum lo tua nanti udah susah buat milih karena gada lagi pilihannya. Satu lagi yang harus gua tekenin ke lo, Sukses itu bisa dimana aja. Gamesti harus Akpol atau apapun, kuliah juga bisa sukses sih. Intinya adalah Lo mau ga ngerubah nasib lo jadi sukses? kalo lo mau ya lo berusaha, masalah diterima atau engga itu urusan yang diatas. kalo lo ga diterima inget Allah ga tidur, Dia tau mana orang yang udah berusaha keras. Pasti ada hikmah dibalik Kegagalan dan Kesuksesan. Keep Fighting!

“Tumhara result decide nahi karta hai ki tum loser ho ki nahi … tumhari koshish decide karti hai”
-Chhichhore

“Apapun hasil yang kalian peroleh bukan menentukan kalian akan disebut pecundang atau bukan, tetapi usaha yang kalian lakukanlah yang menentukan itu (disebut pecundang/bukan)”
-Chhichhore

Kategori
Tanpa kategori

TUGAS WEWENANG DAN KEWAJIBAN BAWASLU DALAM PILKADA 2020

logo_baru

  1. Pengertian

Menurut UU no 7 tahun 2017 tentang pemilu bahwa Badan Pengawas Pemilu yang selanjutnya disebut Bawaslu adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang mengawasi Penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini artinya bahwa Bawaslu disini bertindak sebagai wasit dalam suatu pesta demokrasi.

UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan Bawaslu terdiri atas Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa, Panwaslu Luar Negeri, dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara.  Sehingga dapat menyebutkan Bawaslu sebagai bentuk quasi pengadilan atau semi pengadilan dalam Pemilu.

Bawaslu berwenang melakukan pencegahan dan penindakan sekaligus terhadap pelanggaran Pemilu ataupun sengketa proses Pemilu. Bawaslu pula yang bertugas memproses hingga memutus pelanggaran administrasi Pemilu atau penyelesaian sengketa proses Pemilu. Bawaslu menjadi tempat melakukan upaya administratif sebelum pelanggaran atau sengketa Pemilu dibawa ke forum Pengadilan Tata Usaha Negara.

Lembaga ini pula yang berwenang melakukan mediasi antarpihak yang bersengketa atau melakukan proses adjudikasi sengketa proses Pemilu. Bawaslu pun bagian dari pusat aktivitas penegakan hukum tindak pidana Pemilu yang terdiri atas unsur Bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan.

Para advokat yang mendampingi kliennya di perkara pelanggaran dan sengketa Pemilu akan banyak hadir di Bawaslu sebelum berlanjut dengan berperkara di pengadilan tata usaha negara hingga Mahkamah Konstitusi. Di sisi lain, Bawaslu pun salah satu subjek dalam pelanggaran Pemilu, sengketa Pemilu, atau tindak pidana Pemilu.

2. Tugas dan Wewenang serta Kewajiban

Tugas, Wewenang, dan Kewajiban Pengawas Pemilu berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum adalah sebagai berikut:

  1. Bawaslu bertugas:
    1. Menyusun standar tata laksana pengawasan Penyelenggaraan Pemilu untuk pengawas Pemilu di setiap tingkatan;
    2. Melakukan pencegahan dan penindakan terhadap:
      1. Pelanggaran Pemilu; dan
      2. Sengketa proses Pemilu;
    3. Mengawasi persiapan Penyelenggaraan Pemilu, yang terdiri atas:
      1. Perencanaan dan penetapan jadwal tahapan Pemilu;
      2. Perencanaan pengadaan logistik oleh KPU;
      3. Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu; dan
      4. Pelaksanaan persiapan lainnya dalam Penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
    4. Mengawasi pelaksanaan tahapan Penyelenggaraan Pemilu, yang terdiri atas:
      1. Pemutakhiran data pemilih dan penetapan daftar pemilih sementara serta daftar pemilih tetap;
      2. Penataan dan penetapan daerah pemilihan DPRD kabupaten/kota;
      3. Penetapan Peserta Pemilu;
      4. Pencalonan sampai dengan penetapan Pasangan Calon, calon anggota DPR, calon anggota DPD, dan calon anggota DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
      5. Pelaksanaan dan dana kampanye;
      6. Pengadaan logistik Pemilu dan pendistribusiannya;
      7. Pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara hasil Pemilu di TPS;
      8. Pergerakan surat suara, berita acara penghitungan suara, dan sertifikat hasil penghitungan suara dari tingkat TPS sampai ke PPK;
      9. Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi, dan KPU;
      10. Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu susulan; dan
      11. Penetapan hasil Pemilu;
    5. Pencegah terjadinya praktik politik uang;
    6. Mengawasi netralitas aparatur sipil negara, netralitas anggota Tentara Nasional Indonesia, dan netralitas anggota Kepolisian Republik Indonesia;
    7. Mengawasi pelaksanaan putusan/keputusan, yang terdiri atas:
      1. Putusan DKPP;
      2. Putusan pengadilan mengenai pelanggaran dan sengketa Pemilu;
      3. Putusan/keputusan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Ihbupaten/ Kota;
      4. Keputusan KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota; dan
      5. Keputusan pejabat yang berwenang atas pelanggaran netralitas aparatur sipil negara, netralitas anggota Tentara Nasional Indonesia, dan netralitas anggota Kepolisian Republik Indonesia;
    8. Menyampaikan dugaan pelanggaran kode etik Penyelenggara Pemilu kepada DKPP;
    9. Menyampaikan dugaan tindak pidana Pemilu kepada Gakkumdu;
    10. Mengelola, memelihara, dan merawat arsip serta melaksanakan penyusutannya berdasarkan jadwal retensi arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
    11. Mengevaluasi pengawasan Pemilu;
    12. Mengawasi pelaksanaan Peraturan KPU; dan
    13. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  2. Bawaslu berwenang:
    1. Menerima dan menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang mengahrr mengenai Pemilu;
    1. Memeriksa, mengkaji, dan memutus pelanggaran, administrasi Pemilu;
    1. Memeriksa, mengkaji, dan memuttrs pelanggaran politik uarg;
    1. Menerima, memeriksa, memediasi atau mengadjudikasi, dan memutus penyelesaian sengketa proses Pemilu;
    1. Merekomendasikan kepada instansi yang bersangkutan mengenai hasil pengawasan terhadap netralitas aparatur sipil-negara, netralitas anggota Tentara Nasional Indonesia, dan netralitas anggota Kepolisian Republik Indonesia; ‘
    1. Mengambil alih sementara tugas, wewenang, dan kewajiban Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota secara berjenjang jika Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten Kota berhalangan sementara akibat dikenai sanksi atau akibat lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ;
    1. Meminta bahan keterangan yang dibuhrhkan kepada pihak terkait dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik, dugaan tindak pidana Pemilu, dan sengketa proses Pemilu;
    1. Mengoreksi putusan dan rekomendasi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota apabila terdapat hal yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
    1. Membentuk Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/ Kota, dan Panwaslu LN;
    1. Mengangkat, membina, dan memberhentikan anggota Bawaslu Provinsi, anggota Bawaslu Kabupaten/Kota, dan anggota Panwaslu LN; dan
    1. Melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Bawaslu berkewajiban:
    1. Bersikap adil dalam menjalankan tugas dan wewenang;
    1. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Pengawas Pemilu pada semua tingkatan;
    1. Menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Presiden dan DPR sesuai dengan tahapan Pemilu secara periodik darr/atau berdasarkan kebutuhan
    1. Mengawasi pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih secara berkelanjutan yang ditakukan oleh KPU dengan memperhatikan data kependudukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
    1. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan perundangundangan.
  4. Visi dan Misi
    1. VISI

Terwujudnya Bawaslu sebagai Lembaga Pengawal Terpercaya dalam Penyelenggaraan Pemilu Demokratis, Bermartabat, dan Berkualitas.

  • Misi
    • Membangun aparatur dan kelembagaan pengawas pemilu yang kuat, mandiri dan solid;
    • Mengembangkan pola dan metode pengawasan yang efektif dan efisien;
    • Memperkuat sistem kontrol nasional dalam satu manajemen pengawasan yang terstruktur, sistematis, dan integratif berbasis teknologi;
    • Meningkatkan keterlibatan masyarakat dan peserta pemilu, serta meningkatkan sinergi kelembagaan dalam pengawasan pemilu partisipatif;
    • Meningkatkan kepercayaan publik atas kualitas kinerja pengawasan berupa pencegahan dan penindakan, serta penyelesaian sengketa secara cepat, akurat dan transparan;
    • Membangun Bawaslu sebagai pusat pembelajaran pengawasan pemilu baik bagi pihak dari dalam negeri maupun pihak dari luar negeri.
  • Kedudukan, Susunan, dan Keanggotaan
    • Bawaslu berkedudukan di ibu kota negara.
    • Bawaslu Provinsi berkedudukan di ibu kota provinsi.
    • Bawaslu Kabupaten/Kota berkedudukan di ibu kota kabupaten/kota.
    • Kota Panwaslu Kecamatan berkedudukan di kecamatan,
    • Panwaslu Kelurahan/Desa berkedudukan di kelurahan/desa.
    • Panwaslu LN berkedudukan di kantor peru’akilan Republik Indonesia.
    • Pengawas TPS berkedudukan di setiap TPS.
    • Keanggotaan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu

Kabupaten/Kota terdiri atas individu yang memiliki tugas pengawasan Penyelenggaraan Pemilu. Dengan Jumlah anggota:

  1. Bawaslu sebanyak 5 (lima) orang;
    1. Bawaslu Provinsi sebanyak 5 (lima) atau 7 (tujuh) orang;
    1. Bawaslu Kabupaten/Kota sebanyak 3 (tga) atau 5 (lima) orang; dan
    1. Panwaslu Kecamatan sebanyak 3 (tiga) orang.

Daftar Pustaka

Kategori
Tanpa kategori

SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL(SPLDV)

  1. Pengertian PLDV
  2. PLDV (Persamaan Linear Dua Variabel) adalah adalah sebuah bentuk relasi sama dengan pada bentuk aljabar yang memiliki dua variabel dan keduanya berpangkat satu. Dikatakan Persamaan Linear karena pada bentuk persamaan ini jika digambarkan dalam bentuk grafik, maka akan terbentuk sebuah grafik garis lurus (linear).


      Ciri – ciri PLDV:
    • Menggunakan relasi sama dengan ( = )
    • Memiliki dua variabel berbeda
    • Kedua variabelnya berpangkat satu
    Persamaan linear dua variabel dapat dinyatakan dalam bentuk ax+by=c atau ax+c=by atau by+c=ax dengan a,b,c=Real; a,b ≠ 0; dan x,y suatu variabel.

    Contoh: x+5=y 2a-b=1 3p+9q=4

    Penyelesaian PLDV

    Untuk menyelesaikan PLDV kita harus melakukan pemisalan nilai suatu variabel kemudian disubstitusi pada variabel tersebut untuk menemukan nilai dari variabel lain yang memenuhi persamaan. Pada PLDV, dapat dikatakan bahwa PLDV memiliki penyelesaian lebih dari satu asalkan penyelesaian tersebut memenuhi nilai pada PLDV. Artinya nilai pasangan kedua variabel (mis x dan y) yang merupakan hasil penyelesaian PLDV bisa lebih dari satu pasangan/titik (contoh x,y) selama nilai x dan y itu memenuhi PLDV.


  3. Pengertian SPLDV

  4. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) adalah sebuah sistem / kesatuan dari beberapa Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV) yang sejenis. Persamaan Linear Dua Variabel yang sejenis yang dimaksud disini adalah persamaan – persamaan dua variabel yang memuat variabel yang sama.



      Contoh :
    • Persamaan (i) ; 2x + 3y = 12
    • Persamaan (ii) ; x – 2y = -1

    Kedua persamaan diatas dikatakan sejenis karena memuat variabel variabel yang sama yakni x dan y. Apabila terdapat dua PLDV yang berbentuk ax + by = c dan dx + ey = f atau bisa ditulis {█(ax+by=c@dx+ey=f)┤ maka dua persamaan tersebut membentuk SPLDV. Penyelesaian SPLDV tersebut adalah pasangan bilangan (x,y) yang memenuhi dua persamaan tersebut.



    Penyelesaian SPLDV

    Untuk menyelesaikan SPLDV dapat dilakukan dengan metode grafik, eliminasi, substitusi, gabungan eliminasi-substitusi, dan metode matriks.

    1. Metode Grafik
    2. Penyelesaian SPLDV dengan menggunakan grafik dilakukan dengan cara menggambar persamaan-persamaan yang terlibat dalam sistem tersebut dalam satu diagram cartesius. Dari kedua gambar tersebut nantinya akan ada perpotongan dari kedua grafik. Titik potong inilah yang merupakan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier dua variabel tersebut. Jika garis-garisnya tidak berpotongan di satu titik tertentu maka himpunan penyelesaiannya adalah himpunan kosong.

    3. Metode Eliminasi
    4. Metode ini dilakukan dengan cara menghilangkan (mengeliminasi) salah satu variabel dengan terlebih dahulu membuat koefisien variabel tersebut sama pada setiap persamaan. Jika variabel pada setiap persamaan tidak sama maka kita harus mengalikan salah satu atau salah dua persamaan dengan konstanta sehingga ada variabel yang mempunyai koefisien sama kemudian bisa dihilangkan dengan operasi jumlah atau kurang. Hasil operasinya bisa berupa suatu SPL satu variabel ataupun akan langsung menunjukkan nilai suatu variabel.

    5. Metode Substitusi
    6. Metode ini adalah metode menyelesaikan sistem persamaan linier dua variabel dengan mengganti atau menyatakan variabel yang satu ke dalam variabel yang lain (x dinyatakan dalam y atau y dinyatakan dalam x). Misalkan kita ingin menyelesaikan SPLDV dengan variabel x,y x+y=a y-x=b Melalui metode substitusi, kita nyatakan salah satu persamaan dalam salah satu variabel x atau y. Misalkan persamaan (i) kita nyatakan dalam x menjadi x=a-y. Kemudian persamaan x yang baru itu kita ganti pada variabel x di persamaan (ii) menjadi y-(a-y)=b.

    7. Metode Gabungan
    8. Metode gabungan ini adalah metode yang menggaabungkan metode eliminasi dan metode substitusi yakni dengan metode eliminasi sebagai metode awal untuk menentukan nilai salah satu variabel dan kemudian nilai variabel tersebut disubstitusikan untuk menentukan nilai variabel yang lain.

    9. Metode Matriks
    10. Metode ini dengan mengubah SPLDV ke bentuk matriks. Misalnya SPLDV berikut:
      • ax+by=c
      • px+qy=r
      dengan a,b,c,p,q, dan r bilangan real; x,y variabel

  5. Model Matematika SPLDV dalam kehidupan sehari-hari

  6. Beberapa permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dapat diselesaikan dengan perhitungan yang melibatkan sistem persamaan linear dua variable. Permasalahan sehari-hari tersebut biasanya disajikan dalam bentuk soal cerita.
      Langkah-langkah menyelesaikan soal cerita sebaagai berikut:
    • Mengubah kalimat-kalimat pada soal cerita menjadi beberapa kalimat matematika (model matematika) sehingga membentuk Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).
    • Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variable
    • Menggunakan penyelesaian yang diperoleh untuk menjawab pertanyaan pada soal cerita
    Perhatikan contoh cerita berikut. Alo membeli 2 kg mangga dan 1 kg apel dan ia harus membayar Rp. 15000. Ale membeli 1 kg mangga dan 2 kg apel dan ia harus membayar Rp. 18000. Dari cerita diatas, didapat model matematika sebagai berikut
    Misalkan harga 1 kg mangga = x dan harga 1 kg apel = y
    • 2x+1y=15000
    • x+2y =18000)
    • dimana persamaan pertama menunjukkan pembelian oleh Alo dan persamaan kedua menunjukkan pembelian oleh Ale. Hasil penyelesaiannya adalah harga 1 kg mangga (x) dan 1 kg apel (y). Dapat dilanjutkan sesuai dengan pertanyaan.
Kategori
Tanpa kategori

Komisi Pemilihan Umum?

Sering banget kita mendengar kata tentang pemilu. Apalagi saat ini Indonesia akan menyelenggarakan pemilu serentak di seluruh daerah yang ada di Indonesia. kita sering dengar orang lain bilang “ayo pilih”, “kamu pemilu milih siapa?”, “jangan golput ya dan masih banyak lagi”. sebenernya tau ga sih kalian siapa yang menyelenggarakan pemilu itu? jadi untuk semua kegiatan pemilihan umum dari tingkat daerah sampai presiden dan wakil presiden itu semua Komisi Pemilihan Umum loh ngadain. Yuk biar kita banyak pengetahuannya kita simak KPU itu seperti apa.

Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri dalam melaksanakan pemilu. KPU sendiri merupakan bagian dalam penyelenggara pemilu bersama badan pengawas pemilu dan dewan kehormatan penyelenggara pemilu yang ketiga organisasi ini saling terkait dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

KPU memiliki wilayah kerja meliputi seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang secara berkesinambungan menyelenggarakan pemilu yang independen artinya bebas terpengaruh dari pihak manapun berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan kewajibannya.

KPU terdiri atas:

  1. KPU
    Berkedudukan di ibu kota negara kesatuan republik Indonesia. Dengan jumlah anggota sebanyak 7 orang. Non strukrutal dan bersifat hierarki
  2. KPU Provinsi
    berkedudukan di ibu kota provinsi dengan anggota sebanyak 5 atau 7 orang.
  3. KPU kabupaten/Kota
    berkedudukan di ibu kota kabupaten dan KPU kota di pusat pemerintahan kota dengan anggota sebanyak 3 atau 5 orang.

    Untuk KPU, KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota memiliki masa jabatan selama 5 tahun dan untuk ketua dipilih oleh anggota sendiri yang merangkap jabatan sebagai anggota

  4. PPK;
    Atau Panitia Pemilihan Kecamatan adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota. untuk melaksanakan Pemilu di tingkat kecamatan atau nama lain.
  5. PPS;
    Panitia Pemungutan Suara yang selanjutnya disingkat ppS adalah panitia yang dibentuk oleh KpU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Pemilu di tingkat kelurahan/desa atau nama lain.
  6. PPLN;
    Panitia Pemilihan Luar Negeri yang selanjutnya disingkat PPLN adalah panitia yang dibentuk oteh KPU untuk melaksanakan Pemilu di tuar negeri,
  7. KPPS;
    Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang selanjutnya disingkat KPPS adalah kelompok yang dibentuk oleh PPS unhrk melaksanakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara.
  8. KPPSLN.
    Kelompok Penyelenggera Pemungutan Suara Luar Negeri yang selanjutnya disingkat KPPSLN adatah kelompok ying dibentuk oleh PPLN untuk melaksanakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara luar negeri.

Lalu apa sih Tugasnya KPU klo menurut UU itu?

Tugas Ketua KPU

  1. memimpin rapat pleno dan seluruh kegiatan KPU;
  2. bertindak untuk dan atas nama KPU ke luar dan ke dalam;
  3. memberikan keterangan resmi tentang kebiiakan dan kegiatan KPU;
  4. menandatangani seluruh peraturan dan keputusan KPU.

Tugas KPU menurut UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu

KPU bertugas:

  1. Merencanakan program dan anggaran serta menetapkan jadwal;
  2. Menyusun tata kerja KPU, KPU provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN;
  3. Menyusun Peraturan KPU untuk setiap tahapan pemilu;
  4. Mengkoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, dan memantau semua tahapan pemilu;
  5. Menerima daftar pemilih dari KPU provinsi;
  6. Memutakhirkan data pemilih berdasarkan data pemilu terakhir dengan memperhatikan data kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh pemerintah dan menetapkannya sebagai daftar pemilih;
  7. Membuat berita acara dan sertifikat rekapitulasi penghitungan hasil suara serta wajib menyerahkannya kepada saksi Peserta pemilu dan Bawaslu.
  8. Mengumumkan calon anggota DPR, calon anggota DPD, dan Pasangan Calon terpilih serta membuat berita acaranya;
  9. Menindaklanjuti dengan segera puhrsan Bawaslu atas temyan dan laporan adanya dugaan pelanggaran atau sengketa Pemilu;
  10. Menyosialisasikan penyelenggaraan pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU kepada masyarakat;
  11. Melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan Penyelenggaraan pemilu; dan
  12. melaksanakan tugas lain dalam penyelenggaraan pemilu sesuai dengan ketentuan perahran perundan!-undangan.

KPU berwenang:

  1. Menetapkan tata kerja KPU, KPU provinsi, KPU kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN;
  2. Menetapkan Peraturan KPU untuk setiap tahapan pemilu;
  3. Menetapkan peserta pemilu;
  4. Menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi perghitungan suara tingkat nasional berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di KPU provinsi untuk Pemilu Presiden dan Wakil presiden dan untuk pemilu anggota DPR serta hasil rekapitulasi penghitungan suara di setiap KPU provinsi untuk pemilu anggota DPD dengan membuat berita acara penghitungan suara dan sertifikat hasil penghitungan suara;
  5. Menerbitkan keputusan KPU unttrk mengesahkan hasil Pemilu dan mengumurnkannya; menetapkan dan mengumumkan perolehan jumlah kursi anggota DPR, anggota DPRD provinsi, dan anggota DPRD kabupaten/kota unhrk setiap partai politik peserta pemilu anggota DPR, anggota DPRD provinsi, dan anggota DPRD kabupaten/kota;
  6. Menetapkan standar serta kebutuhan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan ;
  7. Membentuk KPU Provinsi, KPU Kabupaten Kota, dan PPLN;
  8. Mengangkat, membina, dan memberhentikan anggota KPU Provinsi, anggota KPU Kabupaten/Kota, dan anggota PPLN;
  9. Menjatuhkan sanksi administratif dan/atau menonaktifkan
  10. Sementara anggota KPU provinsi, anggota KPU Kabupaten/Kota, anggota PPLN, anggota KPU, dan sekretaris Jenderal KPU yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatJcan terganggunya tahapan penyelenggaraan pemilu yang sedang berlangsung berdasarkan putusan Bawaslu dan/atau ketentuan peraturan perundangundangan;
  11. Menetapkan kantor aliuntan publik unhrk mengaudit dana
  12. Kampanye Pemilu dan mengumumkan laporan sumbangan dana Kampanye Pemilu; dan
  13. Melaksanakan wewenang lain dalam penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan ketentuan peraturan perunaangundangan.

KPU berkewajiban:

  1. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan pemilu
    secara tepat wakhr; :
  2. memperlakukan Peserta pemilu secara adil dan setara;
  3. menyampaikan semua informasi tahapan penyelenggaraan pemilu
    kepada masyarakat;
  4. melaporkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran
    sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangin;
  5. mengelola,, memelihara, dan merawat arsip/dokumen serta melaksanakan penJrusutannya berdasarkan jadwal retensi arsip y,ang disusun oleh KPU dan lembaga pelnerintah yang menyelenggarakan urusan arsip nasional atau yang dis;buI dengan nama Arsip Nasional Republik Indonesia;
  6. mengelola barang inventaris KPU sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  7. menyampaikan laporan periodik mengenai tahapan Penyelenggaraan Pemilu kepada presiden dan DPR dengan tembusan kepada Bawaslu;
  8. membuat berita acara pada setiap rapat pleno KPU yang ditandatangani oleh ketua dan anggota KPU;-
  9. menyampaikan laporan Penyelenggaraan pemilu kepada Presiden dan DPR dengan tembusan kepada Bawaslu paling lamlat 30 (tiga puluh) hari setelah pengucapan sumpah/janji pejabat;
  10. melaksanakan putusan Bawaslu mengenai sanksi atas pelanggaran administratif dan sengketa proses pemilu;
  11. menyediakan data hasit Pemilu secara nasional;
  12. melakukan pemutakhiran dan memelihara data pemilih secara berkelanjutan dengan memperhatikan data kependudukan sesuai ketentuan peraiuran perundangundangan;
  13. melaksanakan putusan DKPP; dan
  14. melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

berdasarkan penjelasan diatas bahwa KPU memiliki tugas, wewenang dan kewajiban yang jelas sesuai dengan UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu disana dijelaskan dengan rinci mengenai tugas, wewenang dan kewajibannya. KPU merupakan lembaga non struktural diluar pemerintahan dan bersifat independen yang mana dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya tidak dipengaruhi oleh pihak manapun sehingga sangat dijamin kerahasiaannya.

KPU dalam melaksanakan pemilu dengan prinsip:

  1. mandiri
    Dalam penyelenggaraan pemilu KPU bersifat mandiri artinya tidak dipengaruhi oleh pihak manapun sehingga KPU tetap menjaga netralitas dalam penyelenggaraan pemilu.
  2. adil
    KPU bersifat adil dengan tidak memperhatikan latar belakang golongan maupun ras.
  3. jujur
    dalam penyelenggaraan pemilu bersifat jujur dengan tidak menutup-nutupi hasil yang diperoleh dan tidak membohongi rakyat.
  4. berkepastian hukum;
    dalam menyelenggarakan pemilu ini memiliki dasar hukum yang jelas sesuai dengan UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
  5. tertib;
    dalam pelaksanaan pemilu dilaksanakan dengan tertib secara bertahap sesuai dengan yang diinginkan sehingga prosesnya berjalannya pemilu dapat diawasi dengan baik.
  6. terbuka;
    KPU bersifat transparansi dalam penyelenggaraan pemilu sehingga masyarakat tahu mengenai calon pasangannya, visi/misi dan hasil pemilu yang sudah direkapitulasi dan dibuatkan berita acara serta sertifikat hasil rekapitulasi suara.
  7. proporsional;
    antara kualitas dan beban tugas yang dimiliki seimbang sehingga tidak memperngaruhi kinerja karena sudah terbagi dengan merata dan adil.
  8. profesional;
    KPU memiliki kualitas SDM yang mumpuni sesuai dengan kebutuhan lembaga dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemilu.
  9. akuntabel;
    KPU bertanggung jawab penuh dalam penyelenggaraan pemilu kepada masyarakat indonesia dari mulai pembukaan pencalonan hingga ke hasil rekapitulasi pemilu yang dibuatkan berita acara dan sertifikat hasil pemilu.
  10. efektif; dan
    dalam penyelenggaraan pemilu bersifat efektif dan tidak menggunakan banyak waktu sehingga tepat guna dan seluruh aspirasi masyarakat dapat disalurkan.
  11. efisien.
    dalam penyelenggaraan meminimalisir biaya dan anggaran sedikit mungkin namun aspirasi dan demokratis tetap berlangsung.

Sebagai masyarakat yang demokratis dalam melaksanakan pemilu hendaknya untuk saling membantu, mendukung dan mengawasi dalam penyelenggaraan pemilu. hal ini dilakukan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah sehingga apabila aspirasi ini tersalurkan maka besar kemungkinan akan membuat masyarakat naik ekonominya yang membuat masyarakat sejahtera, aman dan tentram.

KPU tidak dapat bekerja sendiri melainkan butuh bantuan dari masyarakat dalam dukungan pelaksanaan tugas dan kewajibannya.

Kategori
Tanpa kategori

Tes Kesehatan-1

Sekali lagi saya sampaikan untuk tulisan ini adalah tulisan berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika mendaftar menjadi taruna Akademi Kepolisian pada tahun 2017 dan 2018 serta berdasarkan Peraturan Kapolri No 5 tahun 2009 mengenai pedoman pemeriksaan kesehatan Calon anggota Polri. Pada tes kesehatan-1 ini calon taruna akan dikumpulkan disatu tempat di Polda masing-masing untuk diperiksa kesehatannya. Dalam tes calon taruna menggunakan kaos putih dan celana pendek hitam.

Sebelum kita membahas keintinya perlu diketahui bahwa dalam pemeriksaan kesehatan itu istilahnya Status Kesehatan yang selanjutnya disingkat Stakes adalah suatu tingkatan kondisi kesehatan seseorang yang menggambarkan keadaan kesehatan yang bersangkutan pada saat dilakukan Rikkes, yang terdiri dari:

a. Stakes 1

adalah kondisi tidak ada kelainan atau penyakit sama sekali atau
kalau ada kelainan tersebut adalah sangat ringan atau tidak berarti, sehingga memenuhi persyaratan medis untuk menjadi calon anggota Polri;

b. Stakes 2 adalah kondisi mempunyai kelainan atau penyakit derajat ringan yang tidak mengganggu fungsi tubuh, sehingga masih memenuhi
persyaratan medis untuk menjadi calon anggota Polri;

c. Stakes 3 adalah kondisi mempunyai kelainan atau penyakit derajat sedang yang tidak mengganggu fungsi tubuh, sehingga masih memenuhi
persyaratan medis untuk menjadi calon anggota Polri;

d. Stakes 4 adalah kondisi mempunyai kelainan atau penyakit derajat berat
yang akan mengganggu fungsi tubuh, sehingga tidak memenuhi
persyaratan medis untuk diterima/bertugas sebagai calon anggota Polri.

RIKKES UNTUK TARUNA AKPOL DAN PPSS

Tahapan kegiatan Rikkes meliputi 2 (dua) tahap;

  1. tahap I, meliputi
    1. pengisian pernyataan persetujuan {Informed consent) dan formulir riwayat penyakit;
    2. pemeriksaan fisik;
    3. evaluasi hasil Rikkes secara terbuka;
  2. tahap II, meliputi;
    1. pemeriksaan penunjang;
    2. rujukan (second opinion)]
    3. evaluasi hasil Rikkes secara terbuka.

Penilaian hasil Rikkes meliputi;

  1. memenuhi syarat (MS), dengan nilai;
    1. baik (B);
      terdiri dari;
      1. nilai 80 (delapan puluh), bila semua aspek mempunyai nilai Stakes 1
      2. nilai 75 (tujuh puluh lima), bila terdapat 1 (satu) aspek kelainan dengan nilai Stakes 2
      3. nilai 73 (tujuh puluh tiga), bila terdapat 2 (dua) aspek kelainan dengan nilai Stakes 2
      4. nilai 70 (tujuh puluh), bila terdapat 1 (satu) atau 2 (dua) aspek kelainan dengan nilai Stakes 2 yang disebabkan kelainan jantung tetapi masih dalam batas normal
    2. cukup (C); dan
      1. nilai 67 (enam puluh tujuh), bila terdapat 3 (tiga) aspek kelainan dengan nilai Stakes 2;
      2. nilai 65 (enam puluh lima), bila terdapat 4 (empat) aspek kelainan dengan nilai Stakes 2;
      3. nilai 63 (enam puluh tiga), bila terdapat 5 (lima) aspek kelainan dengan nilai Stakes 2;
      4. nilai 60 (enam puluh) :
        1. bila terdapat 6 (enam) atau lebih aspek kelainan dengan nilaiStakes 2;
        2. bila terdapat 3 (tiga) atau lebih aspek kelainan dengan nilai Stakes 2 yang disebabkan kelainan jantung tetapi masih dalam batas normal.
    3. Kurang(K1) terdiri dari:
      1. nilai 57 (lima puluh tujuh) bila terdapat 1 (satu) aspek kelainan dengan nilai Stakes 3;
      2. nilai 56 (lima puluh enam) bila terdapat 2 (dua) aspek kelainan dengan nilai Stakes 3;
      3. nilai 55 (lima puluh lima) bila terdapat 3 (tiga) aspek kelainan dengan nilai Stakes 3.
  1. Tidak memenuhi syarat (TMS) dengan nilai kurang sekali (K2) yaitu
    1. nilai 50 (lima puluh), dengan ketentuan:
      1. bila terdapat lebih dari 3 (tiga) aspek kelainan dengan nilai Stakes 3;
      2. bila terdapat 1 (satu) atau lebih aspek kelainan dengan nilai Stakes 4.

kemudian yang di periksa dikesehatan-1 ini adalah

  1. Tinggi dan Berat Badan

Tinggi badan calon taruna akpol adalah minimal 165 cm dan taruni minimal 163 cm. yang dimana nilainya mutlak apabila tidak sampai batas 165 cm untuk taruna atau 163 cm untuk taruni maka dianggap TMS. kemudian untuk berat badan memiliki kriteria tersendiri yang ada hubungannya dengan tinggi calon taruna. Calon taruna dikatakan Ideal apabila masuk kedalam stakes 1. seperti pada gambar berikut.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Berikut merupakan pedoman nilai yang harus calon taruna pahami dan persiapkan untuk mengikuti tes kesehatan penerimaan calon anggota polri. ada baiknya untuk mengecek kesehatan ke Rumah Sakit Polri yang ada di Kramat Jati. Di RS Polri Kramat Jati bisa melakukan Medical Check Up untuk warga sipil yang ingin mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan terutama bagi mereka yang ingin mendaftarkan diri menjadi calon anggota polri, namun perlu diingat bahwa untuk Medical Check Up ada biayanya sekitar 1,2 juta Rupiah. Menurut saya pribadi hal ini bagus dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon anggota polri sedini mungkin sehingga apabila ada kesehatan yang kurang pas bisa diperbaiki atau dihilangkan. Saya tunggu kamu menjadi anggota Polri!. SEMOGA BERMANFAAT.